Harddisk atau SSD, Apa Saja Pertimbangannya

Perkembangan perangkat penyimpanan sangat pesat sekali. Kalau jaman saya masih sekolah, sebuah harddisk dengan ukuran kurang dari 4GB itu sudah sangat besar mengingat waktu itu system masih running DOS 6.22 yang OS (Operating System) nya masih muat dalam sebuah disket 1.44MB. Atau paling banter Windows 95 dan Windows 98, itupun masih masih bisa nyemplung ke dalamnya. Harddisk sebagai salah satu komponen utama dalam komputer mengalami perkembangan yang cukup signifikan baik dari segi kapasitas, fitur, teknologi yang sejalan untuk mengikuti kebutuhan komputasi yang terus berkembang.

Harddisk ? SSD ?

Seperti kita tahu, harddisk adalah media penyimpanan yang masih menggunakan disk untuk menyimpan data dalam bentuk lapisan magnetic. Komponen material di dalamnya berupa platter, head, motor dan sebagainya. Sedangkan SSD menyimpan semua datanya pada chip-chip memory flash. Atau bahasa sederhananya, SSD bisa dikatakan semacam flashdisk yang mempunyai kapasitas besar. Namun dibanding flashdisk, chip flash memory yang dipakai di SSD memiliki kecepatan yang lebih tinggi dan harga jauh lebih mahal.

Harddisk atau SSD ?

Kalau kita dihadapkan pada sebuah pilihan untuk menentukan salah satunya, maka jawabannya sesuai kebutuhan dan juga budget tentunya. SSD menjanjikan kecepatan yang lebih dibanding Harddisk dalam hal pemrosesan data dan juga power yang lebih kecil alias hemat energi. Meskipun Harddisk juga ada bekerja lebih cepat semisal Harddisk SAS yang beroperasi pada 10K atau bahkan 15K rpm, namun daya yang dibutuhkan juga lebih besar dan harganya juga tidak murah. SSD karena tidak menggunakan komponen bergerak, maka tentunya juga tidak berisik ketika beroperasi dan memiliki umur yang lebih panjang. Namun untuk masalah harga mungkin jadi pertimbangan sendiri mengingat SSD jauh lebih mahal dari HDD untuk kapasitas yang sama atau setara.

Ukuran dan Berat, Pilih yang mana ?

Karena tidak menggunakan komponen bergerak, platter, motor dll seperti halnya Harddisk, maka SSD dapat dibuat lebih ringan dan dalam berbagai macam ukuran. SSD berukuran 2.5 inch dan 1.8 inch sudah sangat umum beredar di pasaran. Dan tidak menutup kemungkinan ke depannya akan dapat dibuat lebih kecil lagi. Sedangkan Harddisk mungkin kebanyakan hanya mempunyai 2 ukuran, yakni 3.5 inch dan 2.5 inch, meski ada beberapa yang dibuat lebih kecil namun hanya digunakan untuk keperluan khusus, semisal harddisk pada handycam.

Dengan banyaknya komponen di dalam Harddisk, menjadikannya lebih berat dibanding SSD. Dan teknologi harddisk yang bergantung pada banyak komponen tersebut juga menjadi batasan kecil tersendiri kedepannya bila dikembangkan untuk menjadi lebih ringkas, ringan, dan lebih kecil lagi. Disamping itu Harddisk juga rawan mengalami kerusakan ketika terguncang, terbentur alapagi terjatuh. Komponen bergerak di dalamnya sangat beresiko mengalami kerusakan ketika terjadi hal-hal tersebut. Berbeda dengan SSD yang jauh lebih aman dari resiko gundangan, benturan maupun terjatuh.

Kinerja, lebih cepet yang mana ?

Bicara masalah kinerja, salah satu acuan penilaian adalah kecepatan. Kecepatan read & write sebuah Harddisk tergantung pada banyak faktor, yang terpenting adalah RPM. Harddisk dengan RPM tinggi berarti bisa mentransfer data lebih cepat. Harddisk dengan kecepatan 7.2K rpm tentunya jauh lebih cepat dari Harddisk yang hanya 5.4K rpm. Selain kecepatan, jenis interface yang digunakan juga berpengaruh. Harddisk dengan interface SAS mestinya lebih cepat dibanding SATA. Sedangkan SSD, diklaim menjanjikan kecepatan yang jauh melebihi kecepatan sebuah Harddisk. Karena SSD tidak menempatkan datanya pada sebuah piringan magnetic, maka access time nya menjadi lebih kecil yang berdampak pada kecepatan baca tulis data.

Harga

Salah satu masalah yang membentur dalam penggunaan SSD salah satunya adalah biaya. Meskipun menjanjikan performa yang luar biasa, namun ketika biaya sudah melewati garis keekonomian, ya berarti patut dipertimbangkan ulang. Dengan harga per GB yang mencapai 10x lebih mahal dari Harddisk, menjadikan SSD mungkin belum dapat menggantikan seluruh peran Harddisk. Banyak praktisi IT yang menggunakan SSD hanya untuk sistem operasinya saja, sedangkan untuk datanya tetap menggunakan Harddisk. Karena bagaimanapun untuk saat ini Harddisk masih menawarkan kapasitas yang jauh lebih besar dan harga yang jauh lebih murah dibanding SSD. Jadi bagi Anda yang sangat mempertimbangkan harga, Harddisk mungkin menjadi pilihan terbaik dikala kebutuhan komputasi dengan performa tinggi belumlah mutlak diperlukan.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Silahkan berkomentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.