Kisah Mistis Di Rumah Kontrakan (1)

Mengawali tahun 2016 dan kebetulan ini malem Jum’at, kok ya akhirnya tergelitik juga pingin membagi cerita mistis, misteri dan lain sebagainya. Saya termasuk yang tidak beruntung ketemu langsung dengan yang namanya dedhemit, lelembut dan sebangsa lainnya. Dalam hal ini bertemu secara visual, namun kalau dari segi feeling dan merasakan ada getaran tertentu, kadang saya merasakannnya.

Kisah ini sekitar hampir 2 tahun lalu ketika saya menempati rumah kontrakan pertama kalinya. Waktu masuk untuk lihat-lihat rumah, wah bulu kuduk tiba-tiba merinding pas survey dari kamar ke kamar yang waktu itu memang terlihat kumuh dan cukup menyeramkan, paling tidak sedikit membawa tanda tanya. Ada salah satu kamar di ujung yg cukup gelap dan sangat menjanjikan adanya kehidupan lain yang tak terlihat disitu. Istri saya merasa ada yang memberat di sekitaran bahu dan leher, dan feeling saya mulai ga enak. Tapi setelah lihat-lihat, mengabaikan hal-hal ganjil tadi saya pun ambil juga rumah tersebut untuk ditempati.

Singkat cerita hampir 3 minggu pertama saya pergunakan waktu untuk sedikit memoles ruang demi ruang. Ruang yang tadinya cukup gelap, saya tambahin void di plafonnya dan di genteng nya saya kasih genteng kaca biar ada cahaya matahari masuk waktu siang hari. Cat diremajakan biar kesan kusamnya hilang. Nah sedikit cerita waktu itu istri dan anak-anak sudah pulang ke rumah ortu, karena memang rumah kontrakan ini baru di cat dan belum saya tempati. Sekitar jam 5 sore, kondisi hujan, saya lagi mengecat salah satu bagian rumah. Wahh, rasanya tiba-tiba merinding bulu kuduk, ada angin halus meniup di belakang leher…. jiann.. asemm tenan… sadar akan kehadiran makhluk kasat mata saya pun berucap salam dan bilang “wis rasah nganggu, iki omah rep tak nggoni, tak dandani ben resik lan apik. nek sih pingin neng kene yo rasah nganggu, nek wani macem-macem tak pindah pekso sak keluargamu soko kene” (dah ga usah mengganggu, rumah ini mau saya tempati, saya perbaiki biar bersih dan bagus, kalau masih pingin tinggal disini jangan menganggu, kalau berani macam-macam saya pindah paksa berserta keluargamu dari sini).

Alhamdulillah, ditambah bacaan Ayat Kursi akhirnya gangguan itu lenyap seketika. Saya menyelesaikan bagian rumah itu di cat sampai selesai sampai menjelang maghrib. Setelah itu berkemas dan pulang kembali ke tempat ortu. Saya benah-benah dan proses pindahan sekitar 2-3 minggu. Disamping memperindah rumah, juga mengurus alat-alat kantor yang jumlahnya ga sedikit. Mulai dari menata jaringan listrik, jaringan komputer, hotspot, server dan lain sebagainya. Ya ibaratnya pindahan 2 rumah, rumah pribadi dan kantor. Setelah resmi tinggal disini, saya pun mulai beradaptasi dengan lingkungan dan juga “penghuni” rumah kasat mata yang ceritanya tidak berhenti sampai disini saja, masih ada kelanjutannya. Jadi tunggu saja ya pemirsa… 😀

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Silahkan berkomentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.