MENCICIPI MOTUL GOLD 3100 15W-50 BUAT NEW SCORPIO Z PART 4: 1000-1300km (Akhir)

Melengkapi 3 part sebelumnya Part 1, Part 2 dan Part 3, maka tiba di bagian akhir dari opini saya mencicipi Motul Gold 3100 SAE 15W-50 di Yamaha New Scorpio Z. Sengaja saya buat dalam waktu yang agak lama yakni setelah menempuh jarak lebih dari 1000km. Rute yang ditempuh:

  1. Rute Perkotaan: Solo – Boyolali PP
  2. Rute Pegunungan: Boyolali – Temanggung – Wonosobo – Banjarnegara – Purbalingga – Pemalang PP

Cara berkendara cenderung agresif dan sering di posisi high rpm bahkan sering di Red Line. Spesifikasi motor dan rider kurang lebih sama dengan posting saya sebelumnya, hanya barang bawaan ditempatkan dalam sidebag 7gear (insha allah akan saya review sidebag ini di kesempatan yang akan datang).

Summary

Langsung saja menuju kesimpulan setelah 1300km menggunakan oli mesin ini, hasil tentunya berbeda di mesin yang berbeda dengan rider yang berbeda pula. Berikut ini penilaian saya:

  1. Akselerasi lambat, tidak secepat Enduro 4T Racing;
  2. Power terus ngisi meski rpm menyentuh angka 9000 bahkan ketika redline. Ketika pakai enduro racing, posisi segini sudah serasa garing tarikannya;
  3. Slip kopling untuk kondisi bermacet ria, apalagi ketika macet pastinya akan sering jalan dengan kondisi setengah kopling. Tapi ketika 5-10menit lepas dari kemacetan, lancar kembali. Lain cerita ketika di jalur pegunungan yang suhu udara relatif dingin dan minim kemacetan, oli ini terbilang jossssssss…;
  4. Pindah gigi masih lancar di km 1300, tidak ada gejala tersendat ataupun bunyi yang keras;
  5. Mesin tetep panas, namun tidak loyo seperti ketika pakai Yamalube;
  6. Penguapan sepertinya lumayan dan sepertinya seimbang dengan Enduro Racing (100ml/500km). Saat ini saya sudah menambahkan sekitar 200ml biar tidak melampaui batas minimum;
  7. Top Speed, seperti posting sebelumnya tidak mengukur secara spesifik;
  8. Konsumsi BBM juga tidak melakukan pengukuran;
  9. Harga relatif mahal;

Mungkin beberapa hal di atas yang menjadi beberapa poin penilaian saya sebagai rider yang bisanya baru naik dan plintir gas, belum sampai tahap benar2 mudheng soal mesin dan seluk beluknya. Ke depan saya masih akan menggunakan oli ini (sayang udah beli masa’ ga dihabiskan hehehe mahal je..) karena untuk saya yang lebih suka “jalur alternatif” dari pada “jalur utama” ketika touring, sepertinya oli ini cukup mengakomodasi kebutuhan saya.

 

 

 

2 replies
  1. thepioz says:

    wuedan tenan pione redline teros..nitip jemuran yo mase.. 🙂
    thepioz.wordpress.com/2014/03/18/share-membuat-cover-engineundercowl-motor-dengan-pipa-paralonpvc/

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Silahkan berkomentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.