Perjalanan Touring Membelah Malam Jalur Alternatif

Perjalanan malam hari ketika dalam misi touring memberikan kesan dan pengalaman tersendiri. Meski perjalanan malam ini sebenarnya lebih banyak saya hindari, namun dalam beberapa kesempatan saya malah sering menempuh pekatnya malam baik di track/jalur utama maupun alternatif. Terlebih ketika dalam kondisi yang terkadang mau tidak mau karena mungkin tugas mendadak atau ada urusan lain, mungkin perjalanan malam tidak dapat dihindari.

Sedikit cerita seminggu yang lalu saya melakukan perjalanan dari Pemalang – Boyolali. Untuk kedua kalinya saya perjalanan paling malam lewat track ini, dimana start dari Pemalang kisaran Pkl. 17.00 WIB. Biasanya tidak terlalu malam, yakni sekitar ba’da dhuhur atau paling sore persis ba’da ashar berangkat dari Pemalang. Dengan jarak tempuh Pemalang – Boyolali kurang lebih 6 jam. Rute seperti biasa dari Pemalang menuju Subah, kemudian ambil kanan lewat Limpung, Sukorejo, Temanggung, Banyubiru,Salatiga trus landing di Boyolali.

Track yang saya tempuh merupakan jalur alternatif yang melewati pedesaan bahkan hutan. Ada yang tanya kenapa tidak lewat pantura? Saya jawab ngeri malam-malam beradu dengan truk-truk dan bumel, siang aja ogah apalagi malam. Dengan Bismillah akhirnya saya pun tempuh jalur alternatif yang sebagian besar sudah saya hafal betul kondisi jalannya. Tingkat kewaspadaan harus dua kali lipat, stamina badan harus yakin fit, kondisi motor pun juga harus perfect, jaket tebal plus knee protector pun ga boleh ketinggalan.

Sekedar tips, kalau ngantuk jangan dipaksa  terus, istirahatlah di tempat-tempat yang ramai misalnya SPBU, Mini Market dan lain sebagainya. Saya juga sempat menghilangkan kantuk sejenak di SPBU Kranggan kira-kira 45 menit, meski bukan tidur tapi paling tidak buat meluruskan tulang belakang biar tidak pegal. Disini saya cukup akrab dengan beberapa orang, karena sejak tahun 2007 lalu SPBU ini selalu menjadi pos istirahat saya ketika touring ke arah barat. Nah disini penting dan bermanfaat sekali ketika kita bisa menjalin keakraban dengan penduduk lokal.

Mini market yang bisa menjadi tempat singgah yang cukup aman, namun harus tetap waspada

Perjalanan berikutnya adalah semalam, tepat satu minggu setelah riding dari Pemalang. Track yang saya tempuh lebih pendek, yakni Wonosobo-Boyolali via Temanggung, Tegal Rejo, Ketep, Selo, Boyolali. Jarak tempuh normal sekitar 3 jam. Dari Wonosobo take off persis setelah sholat maghrib atau sekitar Pkl. 18.00 WIB. Rencana mampir makan malam di Bakso Mercon Ngasinan, tapi ternyata tutup. Akhirnya lanjut makan malamnya di Temanggung.

Perjalanan berlanjut menembus dinginnya wilayah Ketep dan Selo. Sebotol air mineral yang saya taruh tempat minun di stang pun sampai berembun dan serasa habis keluar dari kulkas. Jalanan cukup lengang, beberapa kali berpapasan dengan truk muatan pasir. Selebihnya jarang sekali mobil pribadi maupun motor yang berpapasan. Kondisi jalan selepas Selo menuju Boyolali cukup mengecewakan, karena sedang dalam perbaikan maka tidak begitu nyaman dilewati. Satu atau dua kali hampir tergelincir karena pasir yang kadang tidak jelas terlihat.

Tips berikutnya mungkin masalah lampu yang kurang terang. Mungkin ke depan perlu ditambahkan lampu semacam cre led agar perjalanan malam lebih aman dan nyaman. Kondisi berkabut yang cukup tebal di beberapa tempat juga memaksa rider buat lebih berhati-hati baik dengan lingkungan sekitar track maupun kendaraan lain.

Sampai di rumah sekitar Pkl. 22.10 WIB. Waktu tempuh sekitar 4 jam karena istirahat makan malam di Temanggung agak lama. Demikian sedikit pengalaman saya membelah jalur alternatif di malam hari. Tidak ada foto karena kamera cuman bawa smartphone yang tidak mumpuni buat potret kondisi malam.

2 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Silahkan berkomentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.