RAID 10 di Server HP ML 110 G3 dengan Debian Squeeze

Melanjutkan artikel tentang raid sebelumnya  kali ini Home Server di rumah dijadikan bahan percobaan. Kebetulan ada beberapa harddisk nganggur. Sebanarnya si HP ini udah ada sistemnya, tapi biar lebih clear lagi penjelasan saya sebelumnya, sekalian di oprek. Tentunya setelah harddisk sistem sebelumnya di simpen dulu, coz blm sempat dibuat backupnya.

Menggunakan 2 HDD masing-masing berkapasitas 80GB (beda merk, Seagate & WDC). Dengan beda kapasitas pun saya kira tetap bisa asalkan ukuran partisi yang di-raid-kan sama. Karena kalau dilihat dari konfigurasinya, sebenarnya partisi dari kedua harddisk tersebutlah yang di-raid-kan. CMIIW

 

Sebenarnya HP Embedded SATA Raid Controller ini sudah ada, cuman ketika saya konfigurasi menggunakan kedua harddisk ini, hanya memberikan opsi Raid 0 (Stripping) dan Raid 1 (Mirroring) saja. Sedangkan saya pinginnya bikin Raid 10, tapi karena cuman punya 2 harddisk, maka dicoba RAID 10 dengan kondisi minimum, artinya 2 buah harddisk ini jangan sampai fail.

Sama persis stepnya seperti di penjelasan sebelumnya.

Karena cuman berkapasitas 80GB, saya pake 3 partisi aja (persis simulasi di virtual). Step-step nya juga sama. Cuman bedanya sekarang di mesin asli, bukan virtual 😀

Rencanya server ini mau dipake buat Database Server, File Server, Subversion Server ama cobain LTSP. Sekalian dikasih Team Viewer biar bisa di remote+vpn.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Silahkan berkomentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.